1. Hukum
manusia ciptakan ditetapkan oleh kerajaan yang pemerintah, ertinya kekuasaan
untuk menetapkan serta menjalankan hukum berada ditangan manusia yang memegang
kekuasaan, iaitu manusia atau badan yg memegang kekuasaan tertinggi didalam
negara.
VS
Hukum Allah terkandung dlm Al Quran dan As Sunnah, itu bukan ditetapkan oleh manusia, tapi ditetapkan oleh Allah. Dialah yang menetapkan hukum dan mempunyai kekuasaan yang tertinggi dan kedaulatan yang mutlak terhadap manusia. Penetapan hukum oleh para mujtahid, melalui ijtihad mereka, hanyalah merupakan penafsiran terhadap hukum yg kurang jelas,,bukannya sebagai penetapan hukum dalam erti yg sebenarnya, sebab mereka tetap wajib berpegang kepada segala prinsip dan kaidah yg tetap didalam Al Quran dan Assunnah.
VS
Hukum Allah terkandung dlm Al Quran dan As Sunnah, itu bukan ditetapkan oleh manusia, tapi ditetapkan oleh Allah. Dialah yang menetapkan hukum dan mempunyai kekuasaan yang tertinggi dan kedaulatan yang mutlak terhadap manusia. Penetapan hukum oleh para mujtahid, melalui ijtihad mereka, hanyalah merupakan penafsiran terhadap hukum yg kurang jelas,,bukannya sebagai penetapan hukum dalam erti yg sebenarnya, sebab mereka tetap wajib berpegang kepada segala prinsip dan kaidah yg tetap didalam Al Quran dan Assunnah.
2. Sumber hukum manusia ciptakan adalah dari akal dan nafsu manusia sendiri, kerana tujuan penetapannya adalah untuk melayan hasrat manusia, keperluan dan cita-cita yang tersirat oleh pemegang kuasa tertinggi dlm negara atau badan perwakilannya.
VS
Hukum Allah bersumberkan wahyu yang termaktub dlm Al Quran dan Assunnah.
3. Hukum manusia ciptakan berkembang mengikuti perkembangan manusia atas kehendak dan hasrat pencipta hukum tersebut(manusia).
VS
Hukum Allah turunkan tidak mengikut perkembangan manusia, tapi membimbing manusia kearah perkembangan dlm mencapai perkembangan yang mulia dan diredhaiNya.
4.Hukum manusia ciptakan tidak lepas dari sifat memihak atau terpengaruh oleh hawa nafsu atau kecenderungan manusia yg memiliki kuasa untuk menetapkan hukum. Dengan kata lain, hukum tersebut lebih memihak kepada yang membuat hukum demi kepentingannya dan keinginan mereka daripada kepentingan seluruh anggota masyarakat @ umat.
VS
Hukum Allah, terpelihara dari unsur-unsur yang demikian, kerana Allah, Yang menetapkan hukum tersebut menciptakan seluruh manusia, jadi penetapan Allah untuk kepentingan semua manusia.Allah bukan manusia dan bukan makluk.
5. Hukum manusia ciptakan sering kali berubah-ubah dan adanya pindaan-pindaan akta atas kerana mengikuti kehendak pembuat hukum tersebut.
VS
Hukum Allah tetap dan tidak berlaku perubahan..bersifat baku.
Jadi, kesimpulannya,,marilah kita menegakkan hukum Allah itu dimuka bumi ini….
Wassalam.

No comments:
Post a Comment