Monday, March 26, 2012

Rehatkan Minda...^__^


Renungan Bersama


Perbezaan hukum Allah dengan hukum yang diciptakan oleh manusia


1. Hukum manusia ciptakan ditetapkan oleh kerajaan yang pemerintah, ertinya kekuasaan untuk menetapkan serta menjalankan hukum berada ditangan manusia yang memegang kekuasaan, iaitu manusia atau badan yg memegang kekuasaan tertinggi didalam negara.

VS

Hukum Allah terkandung dlm Al Quran dan As Sunnah, itu bukan ditetapkan oleh manusia, tapi ditetapkan oleh Allah. Dialah yang menetapkan hukum dan mempunyai kekuasaan yang tertinggi dan kedaulatan yang mutlak terhadap manusia. Penetapan hukum oleh para mujtahid, melalui ijtihad mereka, hanyalah merupakan penafsiran terhadap hukum yg kurang jelas,,bukannya sebagai penetapan hukum dalam erti yg sebenarnya, sebab mereka tetap wajib berpegang kepada segala prinsip dan kaidah yg tetap didalam Al Quran dan Assunnah.


Hukum Allah vs Hukum Buatan Manusia


Mengapa umat Islam selalu saja mempermasalahkan hukum apa yang diberlakukan di tengah masyarakat? Mengapa umat Islam tidak boleh menerima saja hukum apapun yang diberlakukan tanpa peduli apakah itu hukum Allah ataukah hukum buatan manusia? Bukankah yang penting adalah law and order alias penegakkan hukum? Apalah ertinya jika dalam suatu masyarakat Islam diberlakukan secara formal hukum Allah sebagai hukum negara namun ternyata secara aplikasi tidak terjadi penegakkan hukumnya? Bukankah keadilan dapat dirasakan masyarakat apabila penegakkan hukum berlaku secara murni dan konsekuen, meskipun hukumnya bukan hukum Allah alias hukum buatan manusia?

Disinilah letaknya komitmen seorang mukmin. Seorang mukmin harus menjawab dengan jujur dan penuh kesedaran. Masyarakat seperti apakah yang ia inginkan? Masyarakat kumpulan hamba-hamba Allah yang beriman dan patuh berserah-diri kepada Allah? Ataukah ia puas dengan berdirinya suatu masyarakat yang terdiri atas kumpulan manusia yang tidak peduli taat atau tidaknya mereka kepada Allah asalkan yang penting masyarakat itu berjalan dengan harmoni tidak saling mengganggu dan menzalimi sehingga semua merasa gembira hidup bersama berdampingan dengan damai di dunia?

Saturday, March 24, 2012

Hukum ‘Ringtone’ Bacaan Al-Quran



Penggunaan nada dering bacaan al-Quran mula-mula sekali telah diharamkan oleh Majlis Fatwa Ulama’ Saudi pada 17 Nov 2007 didalam mesyuarat yang dihadiri oleh 70 orang perwakilan fiqh dunia dan majlis tersebut telah dipengerusikan oleh Mufti Besar Arab Saudi Shiekh Abdul Aziz Ali al-Syeikh. Menurut ulama yang menghadiri mesyuarat tersebut :

Menyelami Subhanallah Alhamdulillah dan Allahuakbar


DIET RASULULLAH